Kajian Kelayakan Ekonomi Teknik Pembangunan Jembatan Sungai Berau Dalam Mendukung Konektivitas Wilayah Gunung Tabur–Sambaliung
Keywords:
Infrastruktur, Jembatan, Kelayakan Ekonomi, Trase, Konektivitas, BerauAbstract
Pembangunan infrastruktur transportasi berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas wilayah. Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menghadapi kendala aksesibilitas antar kecamatan akibat belum tersedianya jalur langsung antara Kecamatan Gunung Tabur dan Sambaliung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Berau sebagai solusi peningkatan mobilitas regional. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial, teknis, dan finansial terhadap tiga alternatif trase jembatan. Evaluasi ekonomi dilakukan menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif trase I merupakan pilihan paling layak dengan spesifikasi teknis optimal dan konektivitas menuju kawasan perkotaan. Alternatif ini menghasilkan NPV sebesar Rp. 518.179.882.613,37 (positif), IRR sebesar 17,55% (> diskonto 7%), dan BCR sebesar 3,07 (>1). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jembatan pada alternatif trase I layak secara teknis dan ekonomis serta berpotensi meningkatkan efisiensi transportasi, menurunkan biaya operasional kendaraan, dan mendorong pengembangan wilayah secara berkelanjutan.




