Partisipasi Masyarakat dan Komitmen Hibah Lahan dalam Perencanaan Embung Pertanian di Kabupaten Bone
DOI:
https://doi.org/10.35915/mandela.v2i01.1190Kata Kunci:
Community participation, Embung planning, Land donation, Agricultural, Irrigation, sense of belongingAbstrak
Ketersediaan air merupakan faktor kritis bagi masyarakat agraris, terutama pada musim kemarau. Pembangunan embung menjadi solusi strategis untuk irigasi dan konservasi air. Namun, perencanaan infrastruktur sering menghadapi kendala sosial, seperti pembebasan lahan dan minimnya rasa kepemilikan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan perencanaan teknis embung, menampung aspirasi, dan mengamankan komitmen hibah lahan dari masyarakat di Kabupaten Bone. Kegiatan dilaksanakan melalui Pertemuan Konsultasi Masyarakat-1 (PKM-1) pada 6 Oktober 2025, melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani (P3A), tokoh masyarakat, dan pemilik lahan dari delapan desa sasaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi teknis, dialog interaktif, dan negosiasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya dukungan masyarakat, dibuktikan dengan kesepakatan bulat untuk menghibahkan lahan tanpa ganti rugi, khususnya hibah lahan seluas 25 x 45 m di Desa Biru. Masyarakat juga menunjukkan rasa memiliki dan kesiapan untuk mengelola embung secara bersama-sama pasca-konstruksi. Model perencanaan partisipatif ini terbukti efektif dalam membangun rasa tanggung jawab, memitigasi sengketa lahan, dan mencegah vandalisme, sehingga menjamin keberlanjutan infrastruktur air pertanian.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mandela : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






