Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kompos Sebagai Solusi Kemandirian Pupuk Di Kampung Bangun, Kabupaten Berau

Authors

  • Charlie Novianry Panjaitan
  • Setyawan
  • Lukmanul Hakim
  • Fitriyah Agustika
  • Hesty Sapriana
  • Venny Sartika

DOI:

https://doi.org/10.35915/mandela.v2i01.1195

Keywords:

Pembuatan kompos, Puouk Organik, Pertanian Berkelanjutan, Kampung Bangun

Abstract

Fluktuasi harga pupuk kimia yang terus merangkak naik menjadi beban utama yang menekan margin keuntungan petani. Sebagai solusi strategis atas permasalahan tersebut, telah dilaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Kompos di Kampung Bangun, Kabupaten Berau, pada tanggal 10 April 2026. Program ini bertujuan untuk menekan biaya produksi pertanian melalui kemandirian pupuk organik, memulihkan unsur hara tanah yang terdegradasi akibat residu kimia, sekaligus memberdayakan masyarakat dan pemuda desa agar lebih tertarik pada sektor agribisnis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan utama: sosialisasi teori secara tatap muka di balai pertemuan, praktik langsung pembuatan kompos di lahan warga, dan rencana monitoring berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Kampung Bangun, di mana peserta mampu memahami proses fermentasi anaerob maupun aerob, serta memanfaatkan limbah organik sekitar (kotoran ternak dan limbah pertanian) menjadi pupuk kompos yang berkualitas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja secara mandiri di sektor pertanian, menciptakan sirkular ekonomi di tingkat desa, dan mendukung terwujudnya sistem pertanian berkelanjutan di wilayah Berau

Downloads

Published

2026-07-17