LITERASI KEAGAMAAN DI ERA DIGITAL: TANTANGAN VERIFIKASI INFORMASI ISLAM DI MEDIA SOSIAL

Main Article Content

Winda Jubaidah
Syaprudin
Iim
Muhammad Husein

Abstract

Perubahan pola konsumsi informasi keagamaan di ruang digital menghadirkan peluang sekaligus persoalan baru bagi masyarakat Muslim. Media sosial memungkinkan pesan keagamaan beredar secara cepat, murah, dan luas, tetapi karakter algoritmik dan budaya berbagi juga membuat informasi yang tidak terverifikasi mudah memperoleh perhatian. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep literasi keagamaan dan merumuskan kerangka verifikasi informasi Islam yang relevan dengan karakter media sosial. Penelitian menggunakan kajian teoretis berbasis kepustakaan dengan menelaah literatur tentang literasi keagamaan, literasi media dan informasi, agama digital, disinformasi, serta studi mengenai konsumsi informasi Islam di ruang digital. Analisis dilakukan dengan menghubungkan tiga dimensi, yaitu pengetahuan keagamaan, keterampilan evaluasi informasi, dan etika penggunaan informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi keagamaan digital tidak cukup dipahami sebagai kemampuan mengetahui ajaran agama, tetapi juga kemampuan menilai sumber, memeriksa konteks, membedakan fakta keagamaan dari opini, mengenali otoritas, dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikan informasi. Media sosial bersifat ambivalen: dapat memperluas akses terhadap pengetahuan Islam sekaligus memperbesar risiko simplifikasi, misinformasi, dan pembentukan otoritas keagamaan berbasis popularitas. Artikel ini menawarkan kerangka verifikasi yang terdiri atas lima langkah: mengenali sumber, memeriksa teks atau klaim, membaca konteks, membandingkan dengan sumber otoritatif, dan mempertimbangkan etika penyebaran. Kerangka tersebut dapat digunakan dalam pendidikan Islam dan penguatan literasi keagamaan masyarakat Muslim di era digital.

Article Details

Section
Articles