Negosiasi Identitas Perempuan Muslim dalam Sastra Indonesia Kontemporer
Main Article Content
Abstract
Representasi perempuan Muslim dalam sastra Indonesia kontemporer tidak lagi terbatas pada gambaran perempuan dalam ruang domestik, tetapi berkembang pada persoalan pendidikan, kebebasan memilih, mobilitas, pekerjaan, dan hubungan antara kesalehan dengan kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk negosiasi identitas perempuan Muslim dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy dan The Jilbab Traveler karya Asma Nadia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data penelitian berupa kata, kalimat, dialog, narasi, dan peristiwa yang menunjukkan konstruksi identitas perempuan Muslim dalam kedua novel. Analisis dilakukan melalui tiga aspek, yaitu relasi perempuan dengan norma patriarkal, pendidikan dan kemandirian perempuan, serta negosiasi antara identitas keislaman dan modernitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua novel sama-sama menghadirkan perempuan Muslim sebagai subjek yang memiliki kemampuan untuk menentukan arah kehidupannya. Perbedaannya terletak pada bentuk negosiasi yang ditampilkan. Perempuan Berkalung Sorban menempatkan negosiasi identitas terutama dalam konteks kritik terhadap tradisi patriarkal di lingkungan pesantren, sedangkan The Jilbab Traveler menampilkan negosiasi identitas melalui mobilitas, pendidikan, pekerjaan, perjalanan, dan interaksi dengan dunia global. Kedua novel memperlihatkan bahwa identitas perempuan Muslim bukan kategori yang statis, melainkan terus dibentuk melalui pertemuan antara agama, budaya, gender, dan perubahan sosial.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.